Jalan Setapak

 

SAYA selalu suka jalan setapak.

Terutama kalau terletak di halaman/taman/kebun/ladang yang luas, hijau dan asri.

Tapi, belasan tahun menetap di tengah kota Jakarta bikin saya cuma bisa punya jalan setapak sendiri dalam mimpi. Habis harga tanah di Jakarta kan mahalnya bener-bener minta ditonjok kurang ajar.  

Sekarang, setelah tinggal jauh dari keramaian Jakarta, saya mulai menyusun lagi mimpi untuk punya jalan setapak di halaman rumah.

Kayaknya asyik tinggal di ndeso…

Bayangkan itik berenang-renang di empang, ayam riuh berkokok menandakan keberadaan malaikat dekat-dekat situ, anak-anak duduk membaca di lincak atau berlarian sepanjang setapak, Bandit-si-meong sibuk menggoda anak-anak ayam…

Lalu, akan ada tamu-tamu yang datang ke OmahndesO untuk menikmati semilir angin dan mencicipi aneka jajanan/masakan yang berasal dari masa saat nenek kita masih muda….

Walaaah…

Ngayalnya udahan ah!

:D

Umm… boleh minta saran?

Di antara jalan setapak di bawah ini, mana yang menurut Anda paling oke untuk diwujudkan?

 

 

 

 

 

Thank you so much.

:)

Comments (26) »