Iklan “Ancur”
KEMARIN dulu seorang kawan menelepon saya buat ngeluh soal anak-anaknya. Mereka dua-duanya masih balita, manis-manis kayak ibunya. Masalahnya, sekarang mereka mulai susah diatur. Enteng-protes.
Saya: Hehehe, jangan bilang mereka nakal. Sebut saja itu kritis.
Dia: Iya, saking kritisnya sampai ibunya kalah terus kalau ngomong sama mereka.
Saya: Hehehe.
Dia: Kemaren anak-anak main perang-perangan di kamar. Waduh… berantakan banget. Pas kutegur, tau nggak mereka bilang apa?
Saya: Nggak. Bilang apa?
Dia: Mereka bila, Ibu nggak asyik! Harusnya Ibu ikut juga main perang-perangan. Harusnya abis Ibu buka pintu, Ibu terus ngeledakin rumah! Ayo kita ledakin!
Saya: Hah???
Dia: Aku juga kaget. Tau dari mana mereka punya pikiran itu? Dari iklan batere di tivi….
…
Jadi, tiap sempat nongkrong di depan televisi kemaren-kemaren, saya bukannya menikmati acara intinya tapi justru nyari-nyari iklan yang dimaksud kawan saya.
Ketemu.
@#$%&*%$#@! (–> misuh2nya disensor aja ya, soalnya anak saya suka baca blog saya ini
)
Iklan batere itu ternyata memang “ancur” beneran… dalam arti harfiah! Ceritanya tentang sebuah keluarga –ortu dan anak-anak– yang lagi bermain(-kasar) sampai rumah mereka berantakan. Tiba-tiba pintu ruang tamu terbuka dan muncullah sang Nenek dengan tampang jutek. Bukannya marah melihat rumah keluarga muda itu berantakan, si Nenek malah bawa senjata(-mainan?!) yang lebih dahsyat dan melibatkan diri dalam permainan ancur-ancuran itu… ngeledakin rumah, kalau mengutip istilah anak-anak kawan saya.
Menurut saya iklan ini sangat berbahaya. Bukankah mengerikan bagaimana sebuah iklan mampu membuat para-balita-manis-seperti anak-anak teman saya, berpikir bahwa ibu mereka nggak asyik karena nggak mau diajak ngeledakin rumah?
Ini sangat memprihatinkan. Terutama karena iklan(-ancur) itu ditayangkan pada jam-jam saat banyak anak menonton televisi. Padahal anak-anak adalah makhluk-makhluk polos yang mudah sekali dipengaruhi tayangan televisi, termasuk juga iklan. Bukan rahasia lagi bahwa banyak iklan yang memang menjadikan anak-anak sebagai sasaran-bidik. Sah-sah aja siy… tapi mbok ya jangan kebablasan!
Saya tahu persis betapa kerasnya persaingan antarproduk saat ini, saat daya beli masyarakat menurun tajam karena imbas kenaikan harga minyak dunia (plus tingginya harga CPO di luar negeri plus jutaan hal lain lagi). Dalam situasi seperti ini, promosi/iklan memang merupakan ujung tombak untuk mendongkrak kelarisan sebuah produk. Oke-oke saja dan bahkan “hukumnya wajib” membuat iklan yang menarik perhatian, tapi tolong deh buat para praktisi periklanan… tolong jangan bikin iklan yang provokatif dalam arti negatif!
Hidup sebagian besar masyarakat kita saat ini sudah susah. Himpitan ekonomi dan banyak faktor lain membuat kekerasan terjadi nyaris setiap jam di seluruh sudut negeri ini. Mending bikin suasana jadi adem dengan tidak membuat iklan yang seolah melegalisasi kekerasan dan penghancuran. Terlebih yang sampai membuat anak-anak berpikir bahwa kekerasan itu oke, dan menghancurkan rumah untuk main-main itu keren. Sekedar catatan, bahkan di film-film animasi yang lumayan serem seperti serial Naruto pun, kekerasan tidak dilakukan hanya sekedar untuk main-main, tapi untuk memperjuangkan tujuan tertentu!
Saya tahu persis dunia iklan sangat kaya akan para manusia kreatif dan bahkan superkreatif. Masih banyak lah ide iklan batere yang lebih sehat selain ngeledakin rumah. Gitu. Mari bersama-sama berusaha untuk tidak meninggalkan jejak-kenangan yang mengerikan di benak anak-anak. Negeri ini tidak butuh monster-monster lagi di masa depan nanti.
*siap-siap ke NAD*
indri said,
April 29, 2008 @ 2:27 am
ahahaa…untung anakku masih basata[bawah satu tahun] jadinya gak ngajakin perang2an….
paling juga ortunya yg maen ;))
meiy said,
April 29, 2008 @ 2:28 am
iya banyak bgt iklan nyebelin nggak mendidik, belum lagi sinetron. kdg sulit menerangkan pd anak2. mungkin orang2 sekarang hanya mikir bahwa mendidik hanya tanggungjawab orangtua, media, negara cuek lah…
dew said,
April 29, 2008 @ 3:11 am
@ Indri: akan tiba waktunya, dimas… hahahah *sengaja nakut2in*
@ Meiy: Meiy, walo aku nulis novel menye2, tp aku gak pernah ngijinin anak2 nonton sinetron. syukurlah mereka juga gak suka; lebih suka baca alias “bikin sinetron sendiri di kepala”.
Icha said,
April 29, 2008 @ 3:57 am
iya, Icha waktu liat itu juga agak syok! wakakka…. iklannya rada aneh, masa neneknya ikut2an juga gitu2an. tapi niwei, anak sekarang emang pinter2 and kritis2 lo.
fa said,
April 29, 2008 @ 6:27 am
wah, blum pernah nonton iklan ituh *ketahuan klo jaraang banget liat tipi* tapi memang sih, tayangan tipi sekarang (termasuk iklannya), pada waton. Lebih menyebalkan lagi klo melihat kenyataan bahwa iklan2 itu dibuat sedemikian ‘waton’ bukan karena kita kekurangan sumber daya dibidang itu, tapi karena para sumber dayanya itu kurang peka sama yg namanya tanggung jawab moral.
*gitu nggak sih mbak?*
v1rzh4 said,
April 29, 2008 @ 7:43 am
mbak Dew mau ke NAD? ikuuuutttt…
aku males nonton iklan, tp emang bahaya tuh iklan… maunya dibuat lucu, tp jadinya sadis… mengerikan!
imgar said,
April 29, 2008 @ 12:33 pm
masih blom nemu iklan sabun itu..
Btg said,
April 29, 2008 @ 5:29 pm
Nga usah ngurus iklan batere bund. Kerjain iklan sapi gw dl. Dah brangkat? Ni dimana bund?
iman said,
April 29, 2008 @ 6:07 pm
bukan saya yang buat iklannya kok dew…
asa said,
April 29, 2008 @ 6:27 pm
iklan batere yg mn yg sedang di iklankan disini ini dew?
minyak goreng mahal , minyak tanah mahal , dan harga2 naik tajam , wakil rakyat aja yg bisa kaya jualan hutan lindung………. huh!
mungkin selain gantung diri/harakiri kek di bus kemarin/makan raskin busuk , mending2 ngledakin rumah (nya koruptor penerima gratifikasi)……
RawkchitecT said,
April 29, 2008 @ 8:49 pm
iya payah ni siaran televisi kita.. mereka gak sadar.. kalo dengan pengulangan tu kita kena otosugesti..
nah klo kita liat adegan2 kekerasan berulang2 maka secara otomatis otak akan memasukkannya kedalam alam bawah sadar kita..
mungkin sekali dua kali.. liat adegan kekerasan kita akan berpikir “ih sadis”.. tapi klo input itu diulang2 maka sadis itu udah gak ada dalam otak kita.. karena udah terbiasa dgn kesadisan itu.. maka yang muncul adalah “ah biasa”.. nah gimana kalau segala macam keburukan itu udah menjadi kebiasaan??
dessy said,
April 29, 2008 @ 11:44 pm
yup dew. Kreator iklan harus bs kreatif tanpa kehilangan kearifan. Susu “ada balon terbang” tuh contohnya, kreatif sekaligus mendidik ttg kejujuran. Eu, nambah mericanya dew? Ini. ;D @Btg…bangun, bangun, ken dedew,ken dedes, mas krishna, en kang toddie lgi sarapan di Gmel…
.nico.wija. said,
April 30, 2008 @ 8:21 am
Hahaha iklannya emang seru! Ga nyangka efeknya mpe bgtu mbak.
xcememet said,
May 1, 2008 @ 8:28 am
gak pernah nonton TV, apalagi iklan…jadi ndak tau iklan yang dimaksud -_-.
mbak mau ke aceh??? ikuuutttt……eh oleh2 aja deh, foto ya…hihihihi
-muthe pake login si mas-
yolla said,
May 2, 2008 @ 12:12 pm
mbak dewwww..kangenn..he..
Wah, jadi penasaran jg pengen tau iklannya..
Mo ke NAD ya mbakkkk??? Oleh2 yaaa..he
marsini said,
May 3, 2008 @ 5:05 am
iklannya terlalu berlebihan banget.
marsini said,
May 3, 2008 @ 5:09 am
duh bahasaku, udah pake terlalu, masih ditambah banget pula.
gak efektif
cewektulen said,
May 3, 2008 @ 8:18 am
mending anaknya suruh nonton pilem action sekalian…shooter..
yayie said,
May 3, 2008 @ 3:59 pm
pas nonton seru juga… *hihi*
kirain itu iklan pelm… ternyata batere… hadeeuw…
udah ksini2 baru mikir…
tnyt iklannya ancur bin syerem…
panca said,
May 4, 2008 @ 3:08 pm
Oot, ya, dpt kabar mbak Jum mau brenti ngeblog? Pensiun? Bukan cuti?
jeg said,
May 5, 2008 @ 12:48 am
OOT juga, ya: mbak Jum memang sudah pensiun jd asisten kami, sekarang jualan goreng-gorengan di kontrakannya, di Buncit IV, semoga tetap jaya walau harga minyak goreng/tanah naik.
tc said,
May 7, 2008 @ 7:11 am
pertama aku liat iklan itu justru lucu, hehehe..tapi aku gak tau ternyata dampaknya sama anak2 jadi gak bagus yaaa..

yaa harap maklum lah, dirumah blom ada yang bisa bikin repot sih, masih bedua aja ama swami..
paniai Jr. said,
May 7, 2008 @ 7:17 am
nggak jadi komen……. Abis ngancurin rumah rebutan ikan sama bandit, sih……..
unai said,
May 10, 2008 @ 1:42 am
Iya anak anak menelan bulat2 apa yang mereka tonton. Dan iklan batere itu..seolah mendidik anak untuk menjadi anarkis. Seharusnya ada badan sensor iklan. eh ada gak ya?
etnahannie said,
May 11, 2008 @ 5:55 pm
haduhhh…. diriku padahal dulu merasa iklan itu lucu banget. Kreatip!
Tapi memang sudut pandang anak2 beda ama sudut pandang orang yang (sok) dewasa.
AAdJ ya mba Dew… (Ati Ati di Jalan)
ebeSS said,
May 12, 2008 @ 7:22 am
biasa aja ‘mak’, hadapi dengan senyuman, klo bisa nyangking fender!
sapa tau jadi penerus Einstein, energi sama dengan massa dikalikan kecepatan cahaya pangkat dua . . . . angel lho ngeledakna omah..
Mr kri bo' said,
May 12, 2008 @ 2:16 pm
Oke deh bunda selamat menanam rrrojolele dan rojogurrrami.
Sunscreen jangan di lupakan..sebisanya yang spf 500.
Anak2 bunda pastinya tambah cantik kesiram matahari sawah. 
taufikasmara said,
May 13, 2008 @ 4:13 pm
Kalo omongin iklan yang nggak mendidik (terutama anak-anak), banyak banget mbak. Susah juga seh mau nyalahin siapa. Yang bikin tuh iklan bisa aja bilang itu permintaan yang punya produk (bisa juga sebaliknya). Jalan terbaik sebenarnya kita selalu membimbing dan mengarahkan anak-anak kita, dan selektif memberikan tontonan.
Oya, salam kenal ya, mbak… Kasih tips donk, aku lagi nulis novel (beberapa bulan lau tepatnya), susah banget mo nyelesainnya. Ada saran gak Mbak?
terakhir… main ke blogku donk mbak… thx
skystalker said,
May 14, 2008 @ 4:07 am
OOT: katanya mo ada Star Wars baru, ya,tante?
(anak Dart Panther :p )
fa said,
May 14, 2008 @ 1:18 pm
mbak… mbak… apa kabar? masih sibuk di NAD?
Vina Revi said,
May 15, 2008 @ 4:40 am
That’s why aku jarang nonton TV.
nico said,
May 16, 2008 @ 4:04 pm
apdeeeett!! hihihi*dilempar miting*
Mas said,
May 18, 2008 @ 2:26 pm
Nggak apdet jeng?
Pengendali tanah said,
May 20, 2008 @ 2:46 pm
He he lama nga apdet…..sampai2 dah harus ke banda lagi, ya, bun? Ikut…. Kmaren knapa nga di Gmel/Lemer? Malah di sarang ribawan/ribawati……
djo said,
May 21, 2008 @ 6:24 am
OOT: ikutan. sekalian pamit…. harus kemas2 mau liat kincir air (padahal di Gresik banyak, ya?).
duluan ya….
djo said,
May 21, 2008 @ 6:30 am
avatar inyong jadi pink kalo pake yahoo??!
ganjen.
Wempi said,
May 22, 2008 @ 9:06 am
Hahaha, bertambah dech pekerjaan orang tua. biasanya di sudut kiri atas ada tulisan BO=Bimbingan Orang Tua. iklan juga begitu “adegan ini jangan ditiru” tapi tulisannya kecil banget. huehuehue
Desmira said,
May 23, 2008 @ 3:23 pm
Apdet, bun. Btw blog Mas Shoma apa, ya?
ichal said,
May 25, 2008 @ 4:09 am
iklan berefek besar rupanya ya mbak??!!!
*siap-siap ke NAD* >>>>>>> mo ngapain??
alfi said,
June 21, 2008 @ 4:57 am
mbak dewie, novelnya keren lho, kapan bikin novel trilogi lagi ?
mei said,
July 17, 2008 @ 6:37 am
INDOPEST memberikan layanan jasa pembasmi hama (rayap, tikus, kecoa, lalat, nyamuk,dll).
Jika berminat hubungi kami dan dapatkan survey gratis dari kami. Gunakan jasa layanan pembasmi hama dari kami dan dijamin garansi 3-5 tahun.
Info selengkapnya kunjungi website kami di http://www.indopest.co.cc/
Office : Ruko Permata Surya inti B72 Juanda Surabaya, Tel/Fax: 0318671229,
0318956875, Email : obc@telkom.net, http://www.indopest.co.cc
pgt said,
July 17, 2008 @ 7:19 am
senayan,tuh……..butuh banyak !!!